Antisipasi Dinamika Global, BI Soroti Tren Aliran Modal Asing
By Admin

Bank Indonesia
nusakini.com, Bank Indonesia (BI) kembali menyoroti pentingnya penguatan ketahanan eksternal negara di tengah pusaran ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global yang belum mereda. Pernyataan krusial ini disampaikan secara resmi menyusul hasil kesepakatan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada hari Rabu (4/11/2026).
Gubernur BI, Destry Damayanti, menyebutkan bahwa dinamika pasar keuangan dunia saat ini masih menunjukkan risiko tinggi yang terus diwaspadai oleh para pemangku kebijakan. Oleh karena itu, langkah antisipasi terukur dinilai sangat diperlukan agar dampak rambatan dari volatilitas tersebut tidak merugikan stabilitas perekonomian domestik.
Berdasarkan data laporan per kuartal ketiga tahun 2026, otoritas moneter mencatat adanya arus modal keluar bersih dari sektor investasi portofolio asing. Nilai penarikan dana oleh para pemodal luar negeri tersebut dilaporkan telah mencapai angka US$80 juta yang setara dengan sekitar Rp1,45 triliun.
Lebih rinci, instrumen saham di pasar modal menjadi penyumbang utama dalam pergerakan modal keluar pada periode tiga bulanan tersebut. "Investasi portofolio asing pada kuartal III-2026 masih mencatatkan arus keluar bersih atau net outflows sebesar US$80 juta," ungkap Destry.
Walaupun sempat mengalami tekanan, memasuki awal kuartal keempat tahun 2026 kondisi pasar perlahan mulai menunjukkan perbaikan arah yang cukup signifikan. Hingga batas pencatatan pada tanggal 23 Oktober 2026, investasi portofolio asing terpantau kembali menorehkan angka arus masuk bersih yang positif.
Pemasukan modal asing ini tercatat senilai US$40 juta atau sekitar Rp725,6 juta, yang dominan ditopang oleh aliran dana ke instrumen investasi berbasis negara. Menurut pemaparan Gubernur BI, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi motor penggerak utama kembalinya kepercayaan investor.
Jika data tersebut diakumulasikan secara menyeluruh sejak awal Januari hingga penghujung Oktober 2026, aliran dana investasi asing sesungguhnya menunjukkan tren agregat yang sangat kuat. "Dengan perkembangan tersebut maka aliran investasi portfolio asing sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026 tercatat net inflows sebesar US$13,23 miliar," tambah Destry.
Guna menjaga tren ketahanan ini ke depan, BI berkomitmen untuk terus memperkuat bauran kebijakannya secara konsisten di berbagai lini. Langkah strategis tersebut juga dirancang untuk diselaraskan dengan program Asta Cita milik pemerintah demi mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dalam implementasinya, kebijakan makroprudensial serta sistem pembayaran akan tetap difokuskan pada upaya proaktif memacu laju ekspansi ekonomi nasional. "Kebijakan moneter lebih difokuskan untuk menjaga stabilitas atau pro-stability," tutup Destry dalam pernyataan tertulisnya. (*)